Alprazolam Dexa

Alprazolam Dexa obat yang hebat, ampuh dalam mengatasi gejala stres, depresi, cemas (anxietas) ini merupakan kelompok dari Minor Transquillizer yaitu masuk dalam rumpun komunitas benzodiazepin atau lazim disebut ‘benzo’ dimana golongan ini merupakan obat yang paling umum digunakan sebagai ansietas (dapat menimbulkan rasa tenang). Obat ini mengandung zat medis dengan nama generik Alprazolam.

Alprazolam Dexa yang diproduksi oleh PT. Dexa Medica – Palembang, Indonesia ini tersedia dalam kemasan dengan varieta dosis sebagai berikut; Alprazolam Dexa 0,25 mg, Alprazolam Dexa 0,5 mg dan Alprazolam Dexa 1 mg.

Komposisi :
ALPRAZOLAM

KONTRAINDIKASI 
Pasien yang hipersensitif terhadap golongan benzodiazepin.
Glaukoma sudut sempit akut.
Miastenia gravis, insufisiensi pulmonary akut, kondisi fobia dan obsesi psikosis kronik.
Anak dan bayi prematur.

DOSIS DAN CARA PEMBERIAN
Dewasa:
0,25-0,5 mg, 3 kali sehari. Jika perlu dosis dapat dinaikkan dengan interval 3-4 hari hingga maksimum 4 mg sehari dalam dosis terbagi.

Untuk pasien lanjut usia, debil (lemah) dan gangguan fungsi hati berat:
0,25 mg, 2-3 kali sehari, ditingkatkan bertahap jika perlu.

PERINGATAN DAN PERHATIAN
Dapat terjadi ketergantungan, hindari pemakaian jangka panjang.
Jangan digunakan sebagai pengobatan tunggal pada pasien depresi atau kecemasan dengan depresi.

Pasien penyakit hati dan ginjal kronik, penyakit pernafasan, kelemahan otot dan riwayat penyalahgunaan obat atau alkohol, penderita kelainan kepribadian yang nyata.
Hati-hati pemakaian pada penderita insufisiensi pulmonary kronik.
Selama menggunakan obat ini dilarang mengendarai atau mengoperasikan mesin.
Wanita hamil dan menyusui.
Pemakaian pada anak di bawah usia 10 tahun tidak diketahui keamanannya dengan pasti.

EFEK SAMPING
Mengantuk, kelemahan otot, ataksia, amnesia, depresi, light-headedness, bingung, halusinasi, pandangan kabur.

Jarang terjadi: sakit kepala, insomnia, reaksi paradoksikal, tremor, hipotensi, gangguan gastrointestinal, ruam, perubahan libido, menstruasi tidak teratur, retensi urin, diskrasia darah dan ikterus.

INTERAKSI OBAT
Efek ditingkatkan oleh depresan saraf pusat, alkohol dan barbiturat.
Ekskresi dihambat oleh simetidin.

ALPRAZOLAM DEXA
Alprazolam Dexa 05 Mg – Alprazolam Dexa 1 Mg

Diproduksi oleh :
PT. Dexa Medika
Palembang – Indonesia

Untuk pemesanan – Segera hubungi (email)
infokliksaja@gmail.com

Simpan

Iklan

Alprazolam Kimia Farma

Alprazolam Kimia Farma ampuh mengatasi rasa tidak tenang, tidak nyaman atau rasa tegang yang berlebihan. Obat dengan tablet berwarna merah ini termasuk dalam runpun kelompok obat benzodiazepin tentunya sama dengan kerabat obat yang mengandung Alprazolam lainnya, Alprazolam Kimia Farma yang artinya obat ini bekerja di dalam otak dan saraf untuk menghasilkan efek menenangkan dengan meningkatkan efek dari zat kimia alami dalam tubuh yang disebut GABA atau gamma aminobutyric acid.

Alprazolam Kimia Farma ini adalah produk dari keluaran pabrik farmasi terbesar di Indonesia, PT. Kimia Farma – Indonesia dengan sediaan dosis berquota Alprazolam Kimia Farma 0,25 mg, Alprazolam Kimia Farma 0,5 mg dan Alprazolam Kimia Farma 1 mg.

Komposisi :
ALPRAZOLAM

Alprazolam Kimia Farma

KONTRAINDIKASI 
Pasien yang hipersensitif terhadap golongan benzodiazepin.
Glaukoma sudut sempit akut.
Miastenia gravis, insufisiensi pulmonary akut, kondisi fobia dan obsesi psikosis kronik.
Anak dan bayi prematur.

DOSIS DAN CARA PEMBERIAN
Dewasa:
0,25-0,5 mg, 3 kali sehari. Jika perlu dosis dapat dinaikkan dengan interval 3-4 hari hingga maksimum 4 mg sehari dalam dosis terbagi.

Untuk pasien lanjut usia, debil (lemah) dan gangguan fungsi hati berat:
0,25 mg, 2-3 kali sehari, ditingkatkan bertahap jika perlu.

PERINGATAN DAN PERHATIAN
Dapat terjadi ketergantungan, hindari pemakaian jangka panjang.
Jangan digunakan sebagai pengobatan tunggal pada pasien depresi atau kecemasan dengan depresi.

Pasien penyakit hati dan ginjal kronik, penyakit pernafasan, kelemahan otot dan riwayat penyalahgunaan obat atau alkohol, penderita kelainan kepribadian yang nyata.
Hati-hati pemakaian pada penderita insufisiensi pulmonary kronik.
Selama menggunakan obat ini dilarang mengendarai atau mengoperasikan mesin.
Wanita hamil dan menyusui.
Pemakaian pada anak di bawah usia 10 tahun tidak diketahui keamanannya dengan pasti.

EFEK SAMPING
Mengantuk, kelemahan otot, ataksia, amnesia, depresi, light-headedness, bingung, halusinasi, pandangan kabur.

Jarang terjadi: sakit kepala, insomnia, reaksi paradoksikal, tremor, hipotensi, gangguan gastrointestinal, ruam, perubahan libido, menstruasi tidak teratur, retensi urin, diskrasia darah dan ikterus.

INTERAKSI OBAT
Efek ditingkatkan oleh depresan saraf pusat, alkohol dan barbiturat.
Ekskresi dihambat oleh simetidin.

Alprazolam
Alprazolam Kimia Farma
Diproduksi oleh :
PT. Kimia Farma  – Indonesia

Alprazolam kimia farma 0,5 mg – Alprazolam kimia farma 1 mg

Untuk pemesanan – Segera hubungi (email)
infokliksaja@gmail.com

Simpan

Alprazolam Mersi

Alprazolam Mersi adalah obat canggih spesialisasi dalam mengatasi semua gangguan psikis dan non-psikis untuk pasien dengan gejala-gejala anxietas (obat pengilang rasa cemas). Sesuai namanya obat dengan tablet berwarna merah ini mengandung Alprazolam yang tentunya sudah kadung pasti masuk dalam kerumunan keluarga dengan stempel medis benzodiazepin.

 

Alprazolam Mersi ini adalah produk keluaran dari pabrik farmasi besar di Indonesia, PT. Mersi Farma – Sukabumi, Jawa Barat – Indonesia dengan sediaan dosis berquota Alprazolam Mersi 0,25 mg, Alprazolam Mersi 0,5 mg dan Alprazolam Mersi 1 mg.

Komposisi :
ALPRAZOLAM

Alprazolam Mersi Farma

KONTRAINDIKASI 
Pasien yang hipersensitif terhadap golongan benzodiazepin.
Glaukoma sudut sempit akut.
Miastenia gravis, insufisiensi pulmonary akut, kondisi fobia dan obsesi psikosis kronik.
Anak dan bayi prematur.

DOSIS DAN CARA PEMBERIAN
Dewasa:
0,25-0,5 mg, 3 kali sehari. Jika perlu dosis dapat dinaikkan dengan interval 3-4 hari hingga maksimum 4 mg sehari dalam dosis terbagi.

Untuk pasien lanjut usia, debil (lemah) dan gangguan fungsi hati berat:
0,25 mg, 2-3 kali sehari, ditingkatkan bertahap jika perlu.

PERINGATAN DAN PERHATIAN
Dapat terjadi ketergantungan, hindari pemakaian jangka panjang.
Jangan digunakan sebagai pengobatan tunggal pada pasien depresi atau kecemasan dengan depresi.

Pasien penyakit hati dan ginjal kronik, penyakit pernafasan, kelemahan otot dan riwayat penyalahgunaan obat atau alkohol, penderita kelainan kepribadian yang nyata.
Hati-hati pemakaian pada penderita insufisiensi pulmonary kronik.
Selama menggunakan obat ini dilarang mengendarai atau mengoperasikan mesin.
Wanita hamil dan menyusui.
Pemakaian pada anak di bawah usia 10 tahun tidak diketahui keamanannya dengan pasti.

EFEK SAMPING
Mengantuk, kelemahan otot, ataksia, amnesia, depresi, light-headedness, bingung, halusinasi, pandangan kabur.

Jarang terjadi: sakit kepala, insomnia, reaksi paradoksikal, tremor, hipotensi, gangguan gastrointestinal, ruam, perubahan libido, menstruasi tidak teratur, retensi urin, diskrasia darah dan ikterus.

INTERAKSI OBAT
Efek ditingkatkan oleh depresan saraf pusat, alkohol dan barbiturat.
Ekskresi dihambat oleh simetidin. 

Alprazolam Mersi
Diproduksi oleh :
PT. Mersi Farma  – Indonesia

Alprazolam Mersi 0,5 MgAlprazolam Mersi 1 Mg

Untuk pemesanan – Segera hubungi (email)
infokliksaja@gmail.com

Alprazolam Otto

Alprazolam Otto obat yang handal dalam mengatasi gejala stres, depresi, cemas (antisietas) ini merupakan fraksi dari Minor Transquillizer yaitu masuk dalam ranah komunitas benzodiazepin atau biasa disingkat ‘benzo’ dimana golongan ini merupakan obat yang paling umum digunakan sebagai anti anxietas (dapat menimbulkan rasa tenang). Obat ini mengandung zat medis dengan nama generik Alprazolam.

 

Alprazolam Otto yang diproduksi oleh PT. Otto Pharmaceutical Industries – Indonesia ini tersedia dalam kemasan dengan varieta dosis sebagai berikut; Alprazolam Otto 0,25 mg, Alprazolam Otto 0,5 mg dan Alprazolam Otto 1 mg.

Alprazolam Otto
Komposisi :
ALPRAZOLAM

KONTRAINDIKASI 
Pasien yang hipersensitif terhadap golongan benzodiazepin.
Glaukoma sudut sempit akut.
Miastenia gravis, insufisiensi pulmonary akut, kondisi fobia dan obsesi psikosis kronik.
Anak dan bayi prematur.

DOSIS DAN CARA PEMBERIAN
Dewasa:
0,25-0,5 mg, 3 kali sehari. Jika perlu dosis dapat dinaikkan dengan interval 3-4 hari hingga maksimum 4 mg sehari dalam dosis terbagi.

Untuk pasien lanjut usia, debil (lemah) dan gangguan fungsi hati berat:
0,25 mg, 2-3 kali sehari, ditingkatkan bertahap jika perlu.

PERINGATAN DAN PERHATIAN
Dapat terjadi ketergantungan, hindari pemakaian jangka panjang.
Jangan digunakan sebagai pengobatan tunggal pada pasien depresi atau kecemasan dengan depresi.

Pasien penyakit hati dan ginjal kronik, penyakit pernafasan, kelemahan otot dan riwayat penyalahgunaan obat atau alkohol, penderita kelainan kepribadian yang nyata.
Hati-hati pemakaian pada penderita insufisiensi pulmonary kronik.
Selama menggunakan obat ini dilarang mengendarai atau mengoperasikan mesin.
Wanita hamil dan menyusui.
Pemakaian pada anak di bawah usia 10 tahun tidak diketahui keamanannya dengan pasti.

EFEK SAMPING
Mengantuk, kelemahan otot, ataksia, amnesia, depresi, light-headedness, bingung, halusinasi, pandangan kabur.

Jarang terjadi: sakit kepala, insomnia, reaksi paradoksikal, tremor, hipotensi, gangguan gastrointestinal, ruam, perubahan libido, menstruasi tidak teratur, retensi urin, diskrasia darah dan ikterus.

INTERAKSI OBAT
Efek ditingkatkan oleh depresan saraf pusat, alkohol dan barbiturat.
Ekskresi dihambat oleh simetidin.

Alprazolam Otto
Alprazolam Otto 0,5 mg –
Alprazolam Otto 1 mg

Diproduksi oleh :
PT. Otto Pharmaceutical Industries – Indonesia

Untuk pemesanan – Segera hubungi (email)
infokliksaja@gmail.com

Apazol

Apazol adalah obat yang biasa digunakan sebagai obat penenang, anti konvulsan, dan relaksan otot. Apazol mengandung alprazolam, obat yang termasuk golongan benzodiazepine. Berikut ini adalah informasi lengkap apazol yang disertai tautan merk-merk obat lain dengan nama generik yang sama.

 

INDIKASI
Apazol (alprazolam) banyak digunakan untuk mengobati gangguan kecemasan.

Apazol (alprazolam) juga diindikasikan untuk pengobatan jangka pendek pada gangguan panik, dengan atau tanpa agoraphobia. Namun, obat ini tidak lagi menjadi pilihan utama, karena obat-obat golongan selective serotonin reuptake inhibitor biasanya lebih diutamakan. Di beberapa negara seperti Australia, obat ini tidak lagi dianjurkan untuk pengobatan gangguan panik karena kekhawatiran mengenai toleransi, ketergantungan dan penyalahgunaan.

Dapat digunakan dalam kombinasi dengan obat lain untuk mengatasi mual dan muntah akibat kemoterapi.

KONTRAINDIKASI
Pasien yang hipersensitif terhadap golongan benzodiazepin.
Glaukoma sudut sempit akut.
Miastenia gravis, insufisiensi pulmonary akut, kondisi fobia dan obsesi psikosis kronik.
Anak dan bayi prematur.

DOSIS DAN CARA PEMBERIAN
Dewasa:
0,25-0,5 mg, 3 kali sehari. Jika perlu dosis dapat dinaikkan dengan interval 3-4 hari hingga maksimum 4 mg sehari dalam dosis terbagi.

Untuk pasien lanjut usia, debil (lemah) dan gangguan fungsi hati berat:
0,25 mg, 2-3 kali sehari, ditingkatkan bertahap jika perlu.
PERINGATAN DAN PERHATIAN
Dapat terjadi ketergantungan, hindari pemakaian jangka panjang.
Jangan digunakan sebagai pengobatan tunggal pada pasien depresi atau kecemasan dengan depresi.
Pasien penyakit hati dan ginjal kronik, penyakit pernafasan, kelemahan otot dan riwayat penyalahgunaan obat atau alkohol, penderita kelainan kepribadian yang nyata.
Hati-hati pemakaian pada penderita insufisiensi pulmonary kronik.
Selama menggunakan obat ini dilarang mengendarai atau mengoperasikan mesin.
Wanita hamil dan menyusui.
Pemakaian pada anak di bawah usia 10 tahun tidak diketahui keamanannya dengan pasti.

EFEK SAMPING
Mengantuk, kelemahan otot, ataksia, amnesia, depresi, light-headedness, bingung, halusinasi, pandangan kabur.

Jarang terjadi: sakit kepala, insomnia, reaksi paradoksikal, tremor, hipotensi, gangguan gastrointestinal, ruam, perubahan libido, menstruasi tidak teratur, retensi urin, diskrasia darah dan ikterus.

INTERAKSI OBAT
Efek ditingkatkan oleh depresan saraf pusat, alkohol dan barbiturat.
Ekskresi dihambat oleh simetidin.

Apazol diproduksi oleh ;
PT. Dexa Medica
Palembang – Indonesia

Untuk pemesanan – Segera hubungi (email)
infokliksaja@gmail.com

Simpan

Diazepam Cair

Diazepam Cair atau Diazepam Injeksi yang kami jual berikut diproduksi oleh PT. Indofarma Indonesia. Diazepam Indofarma merupakan obat penenang (hipnotik sedasi) dalam kelas benzodiazepin. Indikasinya sebagai obat anti-ansietas, sedatif-hipnotic, dan obat anti-kejang. Obat ini akan memberikan rasa ngantuk, sifat non-statis yang memberikan rasa nyaman dan tenang.

Diazepam Cair

SEDIAAN
Tablet, injeksi dan gel rectal, dalam berbagai dosis sediaan.
Beberapa contoh nama dagang diazepam dipasaran yaitu Stesolid®, Valium®, Validex® dan Valisanbe®, untuk sediaan tunggal dan Neurodial®, Metaneuron® dan Danalgin®, untuk sediaan kombinasi dengan metampiron dalam bentuk sediaan tablet.

EFEK SAMPING
Efek samping yang sering terjadi, seperti : pusing, mengantuk
Efek samping yang jarang terjadi, seperti : Depresi, Impaired Cognition
Efek samping yang jarang sekali terjadi,seperti : reaksi alergi, amnesia, anemia, angioedema, behavioral disorders, blood dyscrasias, blurred vision, kehilangan keseimbangan, constipation, coordination changes, diarrhea, disease of liver, drug dependence, dysuria, extrapyramidal disease, false Sense of well-being, fatigue, general weakness, headache disorder, hypotension, Increased bronchial secretions, leukopenia, libido changes, muscle spasm, muscle weakness, nausea, neutropenia disorder, polydipsia, pruritus of skin, seizure disorder, sialorrhea, skin rash, sleep automatism, tachyarrhythmia, trombositopenia, tremors, visual changes, vomiting, xerostomia.

MEKANISME KERJA
Bekerja pada sistem GABA, yaitu dengan memperkuat fungsi hambatan neuron GABA. Reseptor Benzodiazepin dalam seluruh sistem saraf pusat, terdapat dengan kerapatan yang tinggi terutama dalam korteks otak frontal dan oksipital, di hipokampus dan dalam otak kecil. Pada reseptor ini, benzodiazepin akan bekerja sebagai agonis. Terdapat korelasi tinggi antara aktivitas farmakologi berbagai benzodiazepin dengan afinitasnya pada tempat ikatan. Dengan adanya interaksi benzodiazepin, afinitas GABA terhadap reseptornya akan meningkat, dan dengan ini kerja GABA akan meningkat. Dengan aktifnya reseptor GABA, saluran ion klorida akan terbuka sehingga ion klorida akan lebih banyak yang mengalir masuk ke dalam sel. Meningkatnya jumlah ion klorida menyebabkan hiperpolarisasi sel bersangkutan dan sebagai akibatnya, kemampuan sel untuk dirangsang berkurang.

INDIKASI
Diazepam digunakan untuk mengatasi gejala yang timbul seperti gelisah yang berlebihan (ansietas), diazepam juga dapat mengatasi gemeteran (cemas), kegilaan (skizofrenia) seperti dapat menyerang secara tiba-tiba. Halusinasi sebagai akibat mengkonsumsi alkohol. Selain yang sudah disebutkan, diazepam juga efektif digunakan untuk kejang otot( penyakit neurologi) serta sebagai obat penenang yang dapat juga dikombinasikan dengan obat lain.

KONTRA INDIKASI

Hipersensitivitas
Sensitivitas silang dengan benzodiazepin lain
Pasien koma
Depresi SSP yang sudah ada sebelumnya
Nyeri berat tak terkendali
Glaukoma sudut sempit
Kehamilan atau laktasi
Diketahui intoleran terhadap alkohol atau glikol propilena (hanya injeksi)

DOSIS & RUTE
Antiansietas, Antikonvulsan.
PO (Dewasa) : 2-10 mg 2-4 kali sehari atau 15-30 mg bentuk lepas lambat sekali sehari.
PO (anak-anak > 6 bulan) : 1-2,5 mg 3-4 kali sehari.
IM, IV (Dewasa) : 2-10 mg, dapat diulang dalam 3-4 jam bila perlu.
Pra-kardioversi
IV (Dewasa) : 5-15 mg 5-10 menit prakardioversi.
Pra-endoskopi
IV (Dewasa) : sampai 20 mg.
IM (Dewasa) : 5-10 mg 30 menit pra-endoskopi.
Status Epileptikus
IV (Dewasa) : 5-10 mg, dapat diulang tiap 10-15 menit total 30 mg, program pengobatan ini dapat diulang kembali dalam 2-4 jam (rute IM biasanya digunakan bila rute IV tidak tersedia).
IM, IV (Anak-anak > 5 tahun) : 1 mg tiap 2-5 menit total 10 mg, diulang tiap 2-4 jam.
IM, IV (Anak-anak 1 bulan – 5 tahun) : 0,2-0,5 mg tiap 2-5 menit sampai maksimum 5 mg, dapat diulang tiap 2-4 jam.
Rektal (Dewasa) : 0,15-0,5 mg/kg (sampai 20 mg/dosis).
Rektal (Geriatrik) : 0,2-0,3 mg/kg.
Rektal (Anak-anak) : 0,2-0,5 mg/kg.
Relaksasi Otot Skelet
PO (Dewasa) : 2-10 mg 3-4 kali sehari atau 15-30 mg bentuk lepas lambat satu kali sehari. 2-2,5 mg 1-2 kali sehari diawal pada lansia atau pasien yang sangat lemah.
IM, IV (Dewasa) : 5-10 mg (2-5 mg pada pasien yang sangat lemah) dapat diulang dalam 2-4 jam.
Putus Alkohol
PO (Dewasa) : 10 mg 3-4 kali pada 24 jam pertama, diturunkan sampai 5 mg 3-4 kali sehari.
IM, IV (Dewasa) : 10 mg di awal, keudian 5-10 mg dalam 3-4 jam sesuai keperluan.

PERHATIAN PERAWAT
Perawat harus tau diazepam tidak dianjurkan untuk ibu hamil karena dapat sangat berpengaruh pada janin. Kemampuan diazepam untuk melalui plasenta tergantung pada derajat relativitas dari ikatan protein pada ibu dan janin. Hal ini juga berpengaruh pada tiap tingkatan kehamilan dan konsentrasi asam lemak bebas plasenta pada ibu dan janin. Efek samping yang dapat timbul pada bayi neonatus selama beberapa hari setelah kelahiran disebabkan oleh enzim metabolism obat yang belum lengakp. Kompetisi antara diazepam dan bilirubin pada sisi ikatan protein dapat menyebabkan hiperbilirubinemia pada bayi neonatus.

Kolaborasi dengan dokter jika menggunakan diazepam.
Menghindari penggunaan pada pasien dengan depresi CNS atau koma, depresi pernafasan, insufisiensi pulmonari akut,, miastenia gravis, dan sleep apnoea
Hati-hati menggunaan pada pasien dengan kelemahan otot serta penderita gangguan hati atau ginjal, pasien lanjut usia dan lemah.
Diazepam tidak sesuai untuk pengobatan psikosis kronik atau obsesional states.
Memperhatikan dosis dan rute obat

Diazepam Cair

Diproduksi oleh:
PT. INDOFARMA – INDONESIA

DIAZEPAM DENGAN SEDIAAN TABLET YANG KAMI JUAL :
VALISANBEVALDIMEXDECAZEPAM

Terimakasih
Untuk info dan pemesanan, Segera hubungi (email):
infokliksaja@gmail.com

Simpan

Frixitas

Frixitas mengandung Alprazolam seperti pada kerabat benzodiazepin yang lainnya seperti Apazol, Calmlet atau Xanax. Frixitas memang terbaik dalam mengatasi gejala-gejala psikis dan non-psikis antara lain ansietas (gejala cemas yang berlebihan), rasa takut, rasa tidak nyaman hingga depresi atau stres.

Frixitas
Komposisi
ALPRAZOLAM

Indikasi :
Gejala ansietas, campuluran ansietas-depresi, gangguan panik dengan atau tanpa disertai agorafobia.

Dosis :
Ansietas Awal 0.75-1.5 mg/hari. Kisaran dosis: 0.5-4 mg/hari dalam dosis terbagi. Gangguan panik Awal 0.5-1 mg sblm tidur atau 0.5 mg 3 x/hari. Kisaran dosis: 0.5-4 mg/hari dalam dosis terbagi. Lanjut usia 0.5-0.75 mg/hari dalam dosis terbagi.
Pemberian Obat     Dapat diberikan bersama atau tanpa makanan : Efek Samping, seperti mengantuk, dapat dikurangi jika obat diberikan segera sesudah makan.
Kontra Indikasi     Glaukoma sudut sempit akut.

Perhatian :
Alkoholik & kecanduan obat. Pasien depresi berat atau ada kecenderungan bunuh diri; gangguan fungsi ginjal atau hati. Dpt mengganggu kemampuluan mengemudi atau menjalankan mesin.

Efek Samping :
Mengantuk, kepala terasa ringan, penglihatan kabur, sakit kepala, depresi, insomnia, ansietas, tremor, perubahan BB, gangguan daya ingat/amnesia, gangguan koordinasi, gejala GI & manifestasi otonom. distonia, mudah marah, anoreksia, lelah, gangguan bicara, ikterus, kelemahan muskuloskeletal, perubahan libido, haid tidak teratur, inkontinensia, retensi urin, fungsi hati abnormal.

Interaksi Obat :
Obat psikotropik lain, antikonvulsan, antihistamin, alkohol, obat lain yang dapat menekan fungsi SSP.

Kategori Keamanan Kehamilan :
Ada bukti positif mengenai risiko pada janin manusia, tetapi manfaat dari penggunaan obat ini pada wanita hamil dapat diterima meskipun berisiko pada janin (misalnya jika obat diperlukan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau untuk penyakit serius dimana obat yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).

Alprazolam
Frixitas, Diproduksi oleh :
PT. Novell Pharma – Indonesia.

Untuk pemesanan – Segera hubungi (email)
infokliksaja@gmail.com

 

https://rancualprazolam.blogspot.co.id/

Simpan

Ketamin 100

Ketamin 100 atau KTM 100 mg merupakan zat anestesi dengan aksi satu arah yang berarti efek analgesinya akan hilang bila obat itu telah didetoksikasi/dieksresi, dengan demikian pemakaian lama harus dihindarkan. Anestetik ini adalah suatu derivat dari pencyclidin suatu obat anti psikosa.
KTM-100 (KETAMIN 100 MG)

Komposisi :
Tiap ml KTM – 100 Injeksi mengandung Ketamin HCI 115.33 mg setara dengan Ketamin 100 mg.

Induksi ketamin pada prinsipnya sama dengan tiopental. Namun penampakan pasien pada saat tidak sadar berbeda dengan bila menggunakan barbiturat. Pasien tidak tampak “tidur”. Mata mungkin tetap terbuka tetapi tidak menjawab bila diajak bicara dan tidak ada respon terhadap rangsangan nyeri. Tonus otot rahang biasanya baik setelah pemberian ketamin.

Farmakologi :
Ketamin merupakan anestetik yang cepat daya kerjanya secara  intra vena atau intra muscular dengan efek farmokologi  yang jelas. Keadadaan dimana terjadi perubahan kesadaran yang disertai efek analgesia dari Ketamine disebut anestesia disosiatif. Ketamin HCI mempunyai karakteristik anestesia disiosiatif melalui catalepsy, amnesia dan ditandai analgesia yang berlangsung lama selama periode penyembuhan. Rafleks pharyngeal – laryngeal dapat berkurang dan tekanan otot skeletal dapat normal atau meningkat secara bervariasi. Stimulan ringan jantung dan pernapasan dapat terjadi, juga depresi pernapasan kadang-kadang terjadi.

Indikasi :
Ketamin injeksi diindikasikan untuk :
Anestesik tunggal untuk prosedur  pembedahan dan diagnostika. Penambahan dosis dapat dilakukan untuk prosedur anastetik yang memerlukan waktu lebih lama dari 6 jam dan bila diinginkan relaksasi otot skelet maka harus digunakan suatu relaksan otot.

Induksi anestetik sebelum digunakan anastetik umum lainnya,

Sebagai tambahan pada pemberian anastesik berpotensi rendah selain itu juga dapat digunakan untuk hal yang spesifik atau prosedur sebagai berikut ;
Prosedur neurodiagnosti seperti pneumoencephalography, ventriculoglaph, myelography. Depridement, pergantian perban dan pengelupasan kulit yangb menyakitkan pada luka bakar dan prosedur pembedahan yangb tidak dalam.
Diagnostik dan prosedur pembedahan mata, telinga, hidung dan mulut termasuk ekstraksi gigi.
Prosedur orthopedic, seperti pemendekan, manipulasi, penyusukan tulang paha, amputasi dan biopsy.
Sigmoidoscopy dan pembebedahan ringan pada dubu, rectrum dan penyunatan.
Prosedur katreterisasi jantung.
Dalam kasus dikehendaki penggunaan i.m.
Anestetik pada pasien gawat dengan depresi untuk fungsi –fungsi yang vital.

KONTRA INDIKASI
•    Penderita yang hipersensitif terhadap Ketamin
•    Pasien hipertensi, eklamsia atau pra -eklamsia
•    Penderita miokard dan jantung koroner
•    Penderita dengan kelainan pembuluh darah otak.

Efek Samping
Depresi pernapasan dapatb terjadi pada kelebihan dosis Ketamin injeksi. Dalam hal ini bantuan ventilasi diperlukan. Ketamin injeksi mempunyai batas keamanan yang lebar dan beberapa kasus yang diakibatkan penggunaan Ketamin injeksi dapat diatasi dengan sempurna. Selain itu dapat juga hipotensi, bradikardia, aritmia, gastrointestinal, ganguan neurologi, kardiovaskular dan psikologis.

KTM-100 (KETAMIN 100 MG)
Diproduksi oleh :
PT. LUCAS DJAYA
BANDUNG – INDONESIA

Untuk :
PT. GUARDIAN PHARMATAMA
TANGGERANG – INDONESIA

KETAMINE HAMELNKETAMIN KTM 100

Untuk pemesanan – Segera hubungi (email)
infokliksaja@gmail.com

Simpan

Simpan

Simpan

Ketamine Hameln

KETAMINE HAMELN

SOLUTION FOR INJECTION (Bisa di tetes kedalam air putih via oral )

Composition
Each ml solution for injection contains :
Ketamin hyrochloride   57.677 mg
(Corresponding to Ketamine 50 mg)

ACTION AND MORE OR MECHANISHMS OF ACTION  
Ketamine hyrochloride is a racemix cyclohexanone derivate having strong analgesic action, simultaneously, it produces also a dissociatetive doses and survives the anaesthesia. The analgesic effect appears already with subdissociative doses and survives the anaesthesia. It is partly displaced by naloxone.

Ketamine Hameln
The sedative and hypnotic properties of ketamine hydrochloride are of secondary importance. Ketamine hydrochloride produces a profound local anaesthetic effect on the spinal cord and the peripheral nerves.

The electroencephalogram ( EEG ) under ketamin hydrochloride anaesthesia indicates the suppression of the bioelectrical actives of cerebrum, above all in the frontal areas, and demonstrates a stimulatory effect on the subcortical structures. The muscle tone remains normal or increases, and the protective reflexes are generally not impaired. The convulsive threshold is not lowered. Under spontaneous respiration, an increased intracranial pressure is created, which fails to appear with an adequate artificial respiration.
Due to the sympathicomimetic effect, ketamine hydrochloride increases the blood pressure as well as the frequency of the heart , consequently, the myocardial oxygen consumption is increased by reactive promotion of coronary circulation ( increased norardrenaline level ). On the heart itself, ketamine hydrochloride produces negative inotropic and antiarrhythmic actions. The peripheral resistance changes rarely in the patients having healthy coronary functions due to reciprocal influences. Afte the administration of ketamine hydrochloride a moderate hyperventilation is observed without significant impairment of blood gas concentration. Ketamine hydrochloride has an relaxing effect on bronchial musculature. Metabolism, endocrine system, and the function of liver, kidney and the intestinal tract as well as the blood coagulatory system are not influenced by ketamine hydrochloride.

Pharmacology (summary of pharmacodynamics and pharmacokinetics)
Ketamine hydrochloride is dissolved 1:4 in water and has a pKa of 7.5. The distribution quotient in heptane / water is 5.5. As a lipophile substance ketamine hydrochloride has and apparent volume of distibution of 200 l. After an intravenous bolus application ketamine hydrochloride rapidly diffuses into brain and reaches the highest concentration within one minute.The concentration in brain tissue is 6.5 times higher than in plasma. The duration of anaesthetic effect was determined by the distribution half life, 5.5 – 18 minutes, after single bolus administration. Ketamine hydrochloride crosses the placental barrier. Ketamine hydrochloride is rapidly absorbed after intramuscular administration (absorption half life, 2-17 minutes). On administration 0.5 mg ketamine hydrochloride / kg body weight and after a “lag-time” of less than 4 minutes, the maximal plasma concentration of 243 mg/ml (100 – 425 mg/ml) was measured in 6 probands after 22 minutes (5-30 minutes). 93% of ketamine hydrochloride are biologically available after intramuscular administration, and about 47% bind to the plasma proteins.
The metabolism of ketamine hydrochloride occurs rapidly and to a large extent quantitatively. It is converted among other metabolites to norketamine by N-demethylation, and to a cyclohexane-derivative by dehydration, which have the anaesthetic effects of 1/3 to 1/10 as well as 1/10 to 1/100 of ketamine hydrochloride, respectively.
The terminal elimination half-life is between 79 minutes (after continuous infusion) and 186 minutes (after a low dose i.v. administration) for ketamine hydrochloride, and 240 minutes for norketamine.
Ketamine hydrochloride and its metabolites are predominantly eliminated by renal excretion. After application of labelled 3H-ketamine hydrochloride, 91-97% of the total radioactivity were found in 120 hours urine and only 3% in the feces. In 72 hours only 2.3 % or 1.6 % of the total dose were eliminated in urine as free ketamine hydrochloride and norketamine, respectively and 16% of the dose as dehydronorketamine.
According to some occasional result, the pharmacokinetic of ketamine hydrochloride should not be significantly changed during a theraphy by continuous infusion.

Ketamine Hameln
INDICATIONS
Ketamine-hameln 50 mg/ml injection is recommended :

  • As the sole anaesthetic agent for diagnostic and surgical procedures. When used by intravenous or intramuscular injection, ketamine-hameln 50 mg/ml injections is best suited for short procedures. With additional dose, or by intravenous infusion, ketamine-hameln 50 mg/ml injection can be used for longer procedures. If skeletal muscle relaxation is desired, a muscle relaxant should be used and respiration should be supported.
  • For the induction of anaesthesia prior to the administration of other general anaesthetic agents.
  • To supplement other anaesthetic agents.

Specific areas of applications or types of procedures :

  • When the intramuscular route of administration is preferred.
  • Debridement, painful dressings, and skin grafting in burned patients, as well as other superficial surgical procedures.
  • Neurodiagnostic procedures such as pneumoencephalograms, ventriculograms, myelograms, and lumbar punctures.
  • Diagnostic and operative procedures of the eye, ear, nose, and mouth,including dentalextractions. Note: Eye movements may persist during ophtalmological procedures.
  • Anaesthesia in poor-risk patients with depression of vital functions or where depression of vital functions must be avoided,if at all possible.
  • Orthopaedic procedures such as closed reductions, manipulations, femoral pinning, amputations, and biopsies.
  • Sigmoidoscopy and minor surgery of the anus and rectum, circumcision and pilonidal sinus.
  • Cardiac catheterization procedures.
  • Caesarian section; as an induction agent in the absence of elevated blood pressure.
  • Anaesthesia in the asthmatic patient, either to minimize the risks of an attack of bronchospasm developing, or in pressence of bronchospasm where anaesthesia cannot be delayed.

CONTRAINDICATIONS
Ketamine-hameln 50 mg/ml injection is contra-indicated in persons in whom an evaluation of blood pressure would constitute a serious hazard (see Adverse Reactions section). And in those who have shown hipersensitivity to the drug. Ketamine-hameln 50 mg/ml injection should not be used in patients with eclampsia or pre-eclampsia. Severe coronary or myocardial disease, cerebral vascular accident or cerebro trauma.

SIDE EFFECTS / ADVERSE REACTIONS
Cardiovascular
Temporary elevation of blood pressure and pulse rate is frequently observed following

administration of ketamine hydrochloride. However, hypotension and bradycardia have been reported.
Arrhythmia has also occurred. The medium peak rise of blood pressure has ranged from 20 to 25 per   cent of preanaesthetic values. Depending on the condition of the patient, this elevation of blood pressure may be considered an adverse reaction or a beneficial effect.

Respiratory
Depression and respiration or apnoea may occur following too rapid intravenous administration or high doses of ketamine hydrochloride.
Laryngospasm and other forms of airway obstruction have occured during ketamine hydrochloride anaesthesia.

Ocular
Diplopia and nystagmus may occur following ketamine hydrochloride administration . A slight elevation in intraocular pressure may also occur.

Psychological
During recovery from anaesthesia the patient may experience emergence delirium, characterised by vivid dreams (pleasant or unpleasant), with or without psychomotor activity, manifested by confusion and irrational behaviour. The fact that these reactions are observed less often in the young (15 years of age or less) makes ketamine-hameln 50 mg/ml injection especially useful in paediatric anaesthesia.
These reactions are also less frequent in the elderly (over 65 years of age) patient. The incidence of emergence reactions is reduced as experience with the drug is gained. No residual psychological effects are known to have resulted from the use of Ketamine-hameln 50 mg/ml injection.

Neurological
In some patients, enhanced skeletal muscle tone may be manifested by tonic and clonic movements sometimes resembling seizures. These movements do not imply a light plane of anaesthesia and are not indicative of a need for additional doses of the anaesthetic.

Gastro-intestinal
Anorexia, nausea, and vomiting have been observed, however, these are minimal and are not ussually severe.
The great majority of patients are able to take liquids by mouth shortly after regaining consciousness.

Other
Local pain and exanthema at the injection site have infrequently been reported. Transient erythema and/or morbiliform rash have also been reported. Increased salivation leading to respiratory difficulties may occur unless an antisialogogue is used.

PACKAGING
Ketamine-hameln solution for Injection Box, 1 Vial @ 10 ml
Reg. No. DKI0403900243A 1
Ketamine-hameln Solution for Injection Box, 10 Vials @ 10 ml
Reg. No. DKI0403900243A 1
Ketamine-hameln Solution for Injection Box, 10 Vials @ 20 ml
Reg. No. DKI0403900243A 1

Ketamine diproduksi oleh ;
Hameln Pharmaceuticals

KETAMINE HAMELNKETAMIN KTM – 100

Untuk pemesanan – Segera hubungi (email)
infokliksaja@gmail.com

MST Continus

MST Continus adalah obat anti nyeri yang hebat dan harus diberikan dalam dosis efektif terkecil dan frekuensi minimal untuk mengurangi timbulnya toleran dan ketergantungan fisik. Dosis harus diturunkan pada pasien beresiko, gangguan hati, pasien yang menggunakan antidepresan saraf, gangguan ginjal, pasien sangat muda atau sangat tua. Pada pasien dengan nyeri yang parah & kronis, dosis harus disesuaikan dengan tingkat keparahan nyeri, respon dan toleransi pasien.

 

MST Continus lazim digunakan dalam pengobatan nyeri akut yg berat, nyeri kronis sedang sampai berat, sebagai suplemen anestesi sebelum operasi, sebagai obat pilihan untuk nyeri pada infark miokard, untuk menghilangkan ansietas pada pasien dgn dispnea karena acute pulmonary edema & acute left ventricula.

MST Continus
Komposisi :
Morphine sulfate.

 
Indikasi :
Penatalaksanaan nyeri kronik pada pasien yang perlu analgesik opioid.
Dosis     Pasien tidak pernah pakai opioid Awal 10-15 mg. Dosis pada hari-hari selanjutnya ditingkatkan guna memperoleh efek pereda nyeri selama 12 jam. Nyeri yang tidak dapat dikontrol dengan opioid yang lebih lemah Awal 20-30 mg tiap 12 jam. Dosis pada hari-hari selanjutnya ditingkatkan guna memperoleh efek pereda nyeri selama 12 jam. Pemberian Obat     Dapat diberikan bersama atau tanpa makanan : Telan utuh, jangan dibagi/dikunyah/dihancurkan.

Kontra Indikasi
:
Depresi pernapasan, penyakit obstruksi jalan napas, penyakit hati akut, ileus paralitik, penggunaan bersama dengan MAOI (atau dalam wkt 2 minggu sesudah menggunakan MAOI) atau obat lain yang bekerja pada SSP.
Perhatian     Nyeri pasca-op. Anak. Hamil.
Efek Samping yang Mungkin Timbul     Hipoventilasi, mual, muntah, konstipasi, somnolen, konfusi, halusinasi, euforia.

Oral jangan diberikan pasien dengan paralytic ileus. Pasien dengan hipersensitivitas, depresi pernapasan yg parah. Injeksi intratekal & epidural tidak boleh digunakan pada kasus pemberian yg kontraindikasi dengan rute ini, seperti infeksi pada  tempat penyuntikan, perdarahan diatesis yg tidak terkontrol, penggunaan antikoagulan atau penggunaan kortikosteroid injeksi dalam 2 minggu

Interaksi Obat :
Obat yang bekerja pada SSP (antidepresan, trankuiliser, hipnotik sedatif).
Kategori Keamanan Kehamilan: Studi pada binatang percobaan telah memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embroisidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita, atau studi pada wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan. Obat hanya boleh diberikan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.

(jika digunakan untuk waktu lama/dosis tinggi pada akhir masa kehamilan) :
Ada bukti positif mengenai risiko pada janin manusia, tetapi manfaat dari penggunaan obat ini pada wanita hamil dapat diterima meskipun berisiko pada janin (misalnya jika obat diperlukan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau untuk penyakit serius dimana obat yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).

MST Continus, Diproduksi oleh :
PT. Mahakam Beta Farma – Indonesia

Untuk pemesanan – Segera hubungi (email)
infokliksaja@gmail.com