Alganax

Alganax merupakan obat yang digunakan sebagai obat penenang, anti konvulsan, dan relaksan otot. Alganax mengandung alprazolam, obat yang termasuk golongan benzodiazepine. Berikut ini adalah informasi lengkap alganax yang disertai tautan merk-merk obat lain dengan nama generik yang sama.

 

Alganax Alprazolam diproduksi oleh PT. Guardian Pharmatama dengan sedian Alganax Alprazolam 0,5 mg dan Alganax Alprazolam 1 mg.

Farmakologi :

Alprazolam Alganax sebagai derivat triazole dari 1.4 benzodiazepin adalah suatu antidepresi, antipanik dan antiasietas.

Indikasi :
Antiansietas termasuk neurosis ansietas, gejala-gejala ansietas.
Antidepresi, antipanik dan antiansietas.

Kontra Indikasi :
Penderita yang hipersensitif terhadap benzodiazepin, penderita glaukoma sudut sempit akut, penderita insufisiensi pulmonari akut.

Efek samping :

Yang sering terjadi : drowsiness, kekeringan, sakit kepala ringan.
Yang jarang terjadi: Perubahan berat badan, nervousness, gangguan memori/amnesia, gangguan koordinasi, gangguan gastrointestinal dan manifestasi autonomik, pandangan kabur, sakit kepala, depresi, insomnia, tremor.
Seperti benzodiazepin yang lain, dapat terjadi: stimulasi, agitasi, kesulitan berkonsentrasi, konfusi, halusinasi, serta peningkatan introkular.
Pernah dilaporkan pada gangguan benzodiazepin ansiolotik, seperti : distonia, iritablitas, anoreksia, fatique, gangguan bicara, jaundice, lemah otot, gangguan libido, irregularitas menstruasi, inkontinensia, retensi urin dan abnormal fungsi hati.

Peringatan dan Perhatian :

Pasien-pasien degan kecenderungan ketergantungan obat dan alkohol harus diberikan dengan sangat hati-hati, karena dapat meningkatkan resiko ketergantungan.
Tidak dianjurkan untuk pasien dengan diagnosa utama schizophrenia.
Seperti obat-obat CNS lainnya, pasien yang menggunakan Alprazolam Alganax tidak dianjurkan mengendarai kendaraan bermotor atau menjalankan mesin.
Tidak boleh digunakan pada wanita hamil atau menyusui.
Penggunaan Alprazolam Alganax belum dipastikan pada depresi yang disertai psikiatri, pada gangguan bipolar atau pada depresi ‘endogeneus’ (seperti pada pasien depresi berat).
Dianjurkan untuk memberikan dosis efektif terkecil untuk menghindarai berkembangnya ataksia atau sedasi yang berlebihan.
Hati-hati pemberian obat ini pada pasien gangguan fungsi ginjal dan hati, insufisiensi pulmonari kronik.
Keamanan dan efektifitas penggunaan pada anak-anak di bawah 18 tahun diketahui dengan pasti.

Interaksi obat
Golongan benzodiazepin termasuk Alprazolam Alganax dapat meningkatkan efek CNS depresan bila digunakan bersamaan dengan obat-obatan psikotropik lain, antikonvulsan, antihistamin, etanol dan obat-obat lain yang mempunyai efek CNS depresan.

Diproduksi oleh:
PT. GUARDIAN PHARMATAMA
Tanggerang – Indonesia

Untuk pemesanan segera (email) : infokliksaja@gmail.com

Simpan

Calmlet

Calmlet adalah obat tenang dengan kandungan alprazolam (benzodiazepin). Obat Calmlet ampuh dalam mengatasi gejala kecemasan atau ansietas (anxiety) yang didefinisikan sebagai kondisi kejiwaan di mana adanya perasaan subjektif berupa kegelisahan, ketakutan, atau firasat-firasat buruk. Ansietas, atau dikenal juga sebagai gangguan cemas, merupakan gejala kejiwaan atau psikiatri yang paling sering muncul di lingkungan masyarakat kita. Sekitar 15-20%  ansietas terjadi di masayarakat, dimana perempuan lebih sering menderita ansietas.

Calmlet Alprazolam obat antidepresi ini tersedia dalam kemasan Calmlet 1 mg dengan tablet berwarna merah muda dan varieta Calmlet 2 mg dengan tablet berwarna biru muda. Diproduksi di kota Bandung, Jawa Barat. PT. Sunthi sepuri – Indonesia.

Calmlet 1 mg
Golongan obat  :
Alprazolam ; 1 mg dan 2 mg

Fungsi :
Gejala ansietas termasuk ansietas disertai gejala depresi, panik disorder dengan atau tanpa agoraphobia. Ansietas yang menyertai tekanan hidup sehari-hari biasanya tidak memerlukan obat ansiolitik, efektifitas pada penggunaan jangka panjang ( lebih dari 4 bulan ) tidak di ketahui.
Kontra Indikasi :
Penderita yang hipersensitif terhadap benzodiazepin, penderita glaukoma sudut sempit akut, penderita insufisiensi pulmonari akut.

Efek samping :
Mengantuk, kelemahan otot, ataksia, amnesia, depresi light headness, bingung halusinasi, blurred vision.

Yang jarang terjadi: Perubahan berat badan, nervousness, gangguan memori/amnesia, gangguan koordinasi, gangguan gastrointestinal dan manifestasi autonomik, pandangan kabur, sakit kepala, depresi, insomnia, tremor.
Seperti benzodiazepin yang lain, dapat terjadi: stimulasi, agitasi, kesulitan berkonsentrasi, konfusi, halusinasi, serta peningkatan introkular.
Pernah dilaporkan pada gangguan benzodiazepin ansiolotik, seperti : distonia, iritablitas, anoreksia, fatique, gangguan bicara, jaundice, lemah otot, gangguan libido, irregularitas menstruasi, inkontinensia, retensi urin dan abnormal fungsi hati.

Peringatan dan Perhatian :

Pasien-pasien degan kecenderungan ketergantungan obat dan alkohol harus diberikan dengan sangat hati-hati, karena dapat meningkatkan resiko ketergantungan.

Tidak dianjurkan untuk pasien dengan diagnosa utama schizophrenia.

Seperti obat-obat CNS lainnya, pasien yang menggunakan Alprazolam Calmlet tidak dianjurkan mengendarai kendaraan bermotor atau menjalankan mesin.

Tidak boleh digunakan pada wanita hamil atau menyusui.

Penggunaan Alprazolam Calmlet belum dipastikan pada depresi yang disertai psikiatri, pada gangguan bipolar atau pada depresi ‘endogeneus’ (seperti pada pasien depresi berat).

Dianjurkan untuk memberikan dosis efektif terkecil untuk menghindarai berkembangnya ataksia atau sedasi yang berlebihan.

Hati-hati pemberian obat ini pada pasien gangguan fungsi ginjal dan hati, insufisiensi pulmonari kronik.

Keamanan dan efektifitas penggunaan pada anak-anak di bawah 18 tahun diketahui dengan pasti.

Interaksi obat
Golongan benzodiazepin termasuk Alprazolam Calmlet dapat meningkatkan efek CNS depresan bila digunakan bersamaan dengan obat-obatan psikotropik lain, antikonvulsan, antihistamin, etanol dan obat-obat lain yang mempunyai efek CNS depresan.
Diproduksi oleh
PT. Sunthi sepuri – Indonesia

Untuk Info Pemesanan, Segera Hubungi (email) :
infokliksaja@gmail.com
Terimakasih

Simpan

Actazolam

Actazolam merupakan salah satu obat golongan benzodiazepin mengandung Alprazolam. Benzodiazepin sendiri merupakan salah satu golongan obat yang mempunyai efek antiansietas (anti cemas). Golongan benzodiazepin memiliki 5 efek farmokologis yakni anxiolisis, sedasi, anti konvulsi, relaksasi otot melalui medulla spinalis dan amnesia retrograde.

 

Pada zaman sekarang golongan barbiturat mulai ditinggalkan dan digantikan dengan golongan benzodiazepin. keunggulan yang dimiliki benzodiazepin dibandingkan golongan barbiturat yakni benzodiazepin memiliki toleransi obat yang rendah, margin dosis aman yang lebar, penyalahgunaan obat yang rendah, dan tidak memiliki mikrosom di hati.

INDIKASI
Terapi jangka pendek untuk ansietas sedang atau berat, & ansietas yang berhubungan dengan depresi.

KONTRAINDIKASI
Pasien yang hipersensitif terhadap golongan benzodiazepin.
Glaukoma sudut sempit akut.
Miastenia gravis, insufisiensi pulmonary akut, kondisi fobia dan obsesi psikosis kronik.
Anak dan bayi prematur.

DOSIS DAN CARA PEMBERIAN
Dewasa:
0,25-0,5 mg, 3 kali sehari. Jika perlu dosis dapat dinaikkan dengan interval 3-4 hari hingga maksimum 4 mg sehari dalam dosis terbagi.

Untuk pasien lanjut usia, debil (lemah) dan gangguan fungsi hati berat:
0,25 mg, 2-3 kali sehari, ditingkatkan bertahap jika perlu.

 

PERINGATAN DAN PERHATIAN
Dapat terjadi ketergantungan, hindari pemakaian jangka panjang.
Jangan digunakan sebagai pengobatan tunggal pada pasien depresi atau kecemasan dengan depresi.
Pasien penyakit hati dan ginjal kronik, penyakit pernafasan, kelemahan otot dan riwayat penyalahgunaan obat atau alkohol, penderita kelainan kepribadian yang nyata.
Hati-hati pemakaian pada penderita insufisiensi pulmonary kronik.
Selama menggunakan obat ini dilarang mengendarai atau mengoperasikan mesin.
Wanita hamil dan menyusui.
Pemakaian pada anak di bawah usia 10 tahun tidak diketahui keamanannya dengan pasti.

EFEK SAMPING
Mengantuk, kelemahan otot, ataksia, amnesia, depresi, light-headedness, bingung, halusinasi, pandangan kabur.

Jarang terjadi: sakit kepala, insomnia, reaksi paradoksikal, tremor, hipotensi, gangguan gastrointestinal, ruam, perubahan libido, menstruasi tidak teratur, retensi urin, diskrasia darah dan ikterus.

INTERAKSI OBAT
Efek ditingkatkan oleh depresan saraf pusat, alkohol dan barbiturat.
Ekskresi dihambat oleh simetidin.

Actazolam diproduksi oleh ;
PT. Actavis – Indonesia

Untuk pemesanan – Segera hubungi (email)
infokliksaja@gmail.com

Simpan

Alprazolam Dexa

Alprazolam Dexa obat yang hebat, ampuh dalam mengatasi gejala stres, depresi, cemas (anxietas) ini merupakan kelompok dari Minor Transquillizer yaitu masuk dalam rumpun komunitas benzodiazepin atau lazim disebut ‘benzo’ dimana golongan ini merupakan obat yang paling umum digunakan sebagai ansietas (dapat menimbulkan rasa tenang). Obat ini mengandung zat medis dengan nama generik Alprazolam.

Alprazolam Dexa yang diproduksi oleh PT. Dexa Medica – Palembang, Indonesia ini tersedia dalam kemasan dengan varieta dosis sebagai berikut; Alprazolam Dexa 0,25 mg, Alprazolam Dexa 0,5 mg dan Alprazolam Dexa 1 mg.

Komposisi :
ALPRAZOLAM

KONTRAINDIKASI 
Pasien yang hipersensitif terhadap golongan benzodiazepin.
Glaukoma sudut sempit akut.
Miastenia gravis, insufisiensi pulmonary akut, kondisi fobia dan obsesi psikosis kronik.
Anak dan bayi prematur.

DOSIS DAN CARA PEMBERIAN
Dewasa:
0,25-0,5 mg, 3 kali sehari. Jika perlu dosis dapat dinaikkan dengan interval 3-4 hari hingga maksimum 4 mg sehari dalam dosis terbagi.

Untuk pasien lanjut usia, debil (lemah) dan gangguan fungsi hati berat:
0,25 mg, 2-3 kali sehari, ditingkatkan bertahap jika perlu.

PERINGATAN DAN PERHATIAN
Dapat terjadi ketergantungan, hindari pemakaian jangka panjang.
Jangan digunakan sebagai pengobatan tunggal pada pasien depresi atau kecemasan dengan depresi.

Pasien penyakit hati dan ginjal kronik, penyakit pernafasan, kelemahan otot dan riwayat penyalahgunaan obat atau alkohol, penderita kelainan kepribadian yang nyata.
Hati-hati pemakaian pada penderita insufisiensi pulmonary kronik.
Selama menggunakan obat ini dilarang mengendarai atau mengoperasikan mesin.
Wanita hamil dan menyusui.
Pemakaian pada anak di bawah usia 10 tahun tidak diketahui keamanannya dengan pasti.

EFEK SAMPING
Mengantuk, kelemahan otot, ataksia, amnesia, depresi, light-headedness, bingung, halusinasi, pandangan kabur.

Jarang terjadi: sakit kepala, insomnia, reaksi paradoksikal, tremor, hipotensi, gangguan gastrointestinal, ruam, perubahan libido, menstruasi tidak teratur, retensi urin, diskrasia darah dan ikterus.

INTERAKSI OBAT
Efek ditingkatkan oleh depresan saraf pusat, alkohol dan barbiturat.
Ekskresi dihambat oleh simetidin.

ALPRAZOLAM DEXA
Alprazolam Dexa 05 Mg – Alprazolam Dexa 1 Mg

Diproduksi oleh :
PT. Dexa Medika
Palembang – Indonesia

Untuk pemesanan – Segera hubungi (email)
infokliksaja@gmail.com

Simpan

Alprazolam Kimia Farma

Alprazolam Kimia Farma ampuh mengatasi rasa tidak tenang, tidak nyaman atau rasa tegang yang berlebihan. Obat dengan tablet berwarna merah ini termasuk dalam runpun kelompok obat benzodiazepin tentunya sama dengan kerabat obat yang mengandung Alprazolam lainnya, Alprazolam Kimia Farma yang artinya obat ini bekerja di dalam otak dan saraf untuk menghasilkan efek menenangkan dengan meningkatkan efek dari zat kimia alami dalam tubuh yang disebut GABA atau gamma aminobutyric acid.

Alprazolam Kimia Farma ini adalah produk dari keluaran pabrik farmasi terbesar di Indonesia, PT. Kimia Farma – Indonesia dengan sediaan dosis berquota Alprazolam Kimia Farma 0,25 mg, Alprazolam Kimia Farma 0,5 mg dan Alprazolam Kimia Farma 1 mg.

Komposisi :
ALPRAZOLAM

Alprazolam Kimia Farma

KONTRAINDIKASI 
Pasien yang hipersensitif terhadap golongan benzodiazepin.
Glaukoma sudut sempit akut.
Miastenia gravis, insufisiensi pulmonary akut, kondisi fobia dan obsesi psikosis kronik.
Anak dan bayi prematur.

DOSIS DAN CARA PEMBERIAN
Dewasa:
0,25-0,5 mg, 3 kali sehari. Jika perlu dosis dapat dinaikkan dengan interval 3-4 hari hingga maksimum 4 mg sehari dalam dosis terbagi.

Untuk pasien lanjut usia, debil (lemah) dan gangguan fungsi hati berat:
0,25 mg, 2-3 kali sehari, ditingkatkan bertahap jika perlu.

PERINGATAN DAN PERHATIAN
Dapat terjadi ketergantungan, hindari pemakaian jangka panjang.
Jangan digunakan sebagai pengobatan tunggal pada pasien depresi atau kecemasan dengan depresi.

Pasien penyakit hati dan ginjal kronik, penyakit pernafasan, kelemahan otot dan riwayat penyalahgunaan obat atau alkohol, penderita kelainan kepribadian yang nyata.
Hati-hati pemakaian pada penderita insufisiensi pulmonary kronik.
Selama menggunakan obat ini dilarang mengendarai atau mengoperasikan mesin.
Wanita hamil dan menyusui.
Pemakaian pada anak di bawah usia 10 tahun tidak diketahui keamanannya dengan pasti.

EFEK SAMPING
Mengantuk, kelemahan otot, ataksia, amnesia, depresi, light-headedness, bingung, halusinasi, pandangan kabur.

Jarang terjadi: sakit kepala, insomnia, reaksi paradoksikal, tremor, hipotensi, gangguan gastrointestinal, ruam, perubahan libido, menstruasi tidak teratur, retensi urin, diskrasia darah dan ikterus.

INTERAKSI OBAT
Efek ditingkatkan oleh depresan saraf pusat, alkohol dan barbiturat.
Ekskresi dihambat oleh simetidin.

Alprazolam
Alprazolam Kimia Farma
Diproduksi oleh :
PT. Kimia Farma  – Indonesia

Alprazolam kimia farma 0,5 mg – Alprazolam kimia farma 1 mg

Untuk pemesanan – Segera hubungi (email)
infokliksaja@gmail.com

Simpan

Alprazolam Mersi

Alprazolam Mersi adalah obat canggih spesialisasi dalam mengatasi semua gangguan psikis dan non-psikis untuk pasien dengan gejala-gejala anxietas (obat pengilang rasa cemas). Sesuai namanya obat dengan tablet berwarna merah ini mengandung Alprazolam yang tentunya sudah kadung pasti masuk dalam kerumunan keluarga dengan stempel medis benzodiazepin.

 

Alprazolam Mersi ini adalah produk keluaran dari pabrik farmasi besar di Indonesia, PT. Mersi Farma – Sukabumi, Jawa Barat – Indonesia dengan sediaan dosis berquota Alprazolam Mersi 0,25 mg, Alprazolam Mersi 0,5 mg dan Alprazolam Mersi 1 mg.

Komposisi :
ALPRAZOLAM

Alprazolam Mersi Farma

KONTRAINDIKASI 
Pasien yang hipersensitif terhadap golongan benzodiazepin.
Glaukoma sudut sempit akut.
Miastenia gravis, insufisiensi pulmonary akut, kondisi fobia dan obsesi psikosis kronik.
Anak dan bayi prematur.

DOSIS DAN CARA PEMBERIAN
Dewasa:
0,25-0,5 mg, 3 kali sehari. Jika perlu dosis dapat dinaikkan dengan interval 3-4 hari hingga maksimum 4 mg sehari dalam dosis terbagi.

Untuk pasien lanjut usia, debil (lemah) dan gangguan fungsi hati berat:
0,25 mg, 2-3 kali sehari, ditingkatkan bertahap jika perlu.

PERINGATAN DAN PERHATIAN
Dapat terjadi ketergantungan, hindari pemakaian jangka panjang.
Jangan digunakan sebagai pengobatan tunggal pada pasien depresi atau kecemasan dengan depresi.

Pasien penyakit hati dan ginjal kronik, penyakit pernafasan, kelemahan otot dan riwayat penyalahgunaan obat atau alkohol, penderita kelainan kepribadian yang nyata.
Hati-hati pemakaian pada penderita insufisiensi pulmonary kronik.
Selama menggunakan obat ini dilarang mengendarai atau mengoperasikan mesin.
Wanita hamil dan menyusui.
Pemakaian pada anak di bawah usia 10 tahun tidak diketahui keamanannya dengan pasti.

EFEK SAMPING
Mengantuk, kelemahan otot, ataksia, amnesia, depresi, light-headedness, bingung, halusinasi, pandangan kabur.

Jarang terjadi: sakit kepala, insomnia, reaksi paradoksikal, tremor, hipotensi, gangguan gastrointestinal, ruam, perubahan libido, menstruasi tidak teratur, retensi urin, diskrasia darah dan ikterus.

INTERAKSI OBAT
Efek ditingkatkan oleh depresan saraf pusat, alkohol dan barbiturat.
Ekskresi dihambat oleh simetidin. 

Alprazolam Mersi
Diproduksi oleh :
PT. Mersi Farma  – Indonesia

Alprazolam Mersi 0,5 MgAlprazolam Mersi 1 Mg

Untuk pemesanan – Segera hubungi (email)
infokliksaja@gmail.com

Alprazolam Otto

Alprazolam Otto obat yang handal dalam mengatasi gejala stres, depresi, cemas (antisietas) ini merupakan fraksi dari Minor Transquillizer yaitu masuk dalam ranah komunitas benzodiazepin atau biasa disingkat ‘benzo’ dimana golongan ini merupakan obat yang paling umum digunakan sebagai anti anxietas (dapat menimbulkan rasa tenang). Obat ini mengandung zat medis dengan nama generik Alprazolam.

 

Alprazolam Otto yang diproduksi oleh PT. Otto Pharmaceutical Industries – Indonesia ini tersedia dalam kemasan dengan varieta dosis sebagai berikut; Alprazolam Otto 0,25 mg, Alprazolam Otto 0,5 mg dan Alprazolam Otto 1 mg.

Alprazolam Otto
Komposisi :
ALPRAZOLAM

KONTRAINDIKASI 
Pasien yang hipersensitif terhadap golongan benzodiazepin.
Glaukoma sudut sempit akut.
Miastenia gravis, insufisiensi pulmonary akut, kondisi fobia dan obsesi psikosis kronik.
Anak dan bayi prematur.

DOSIS DAN CARA PEMBERIAN
Dewasa:
0,25-0,5 mg, 3 kali sehari. Jika perlu dosis dapat dinaikkan dengan interval 3-4 hari hingga maksimum 4 mg sehari dalam dosis terbagi.

Untuk pasien lanjut usia, debil (lemah) dan gangguan fungsi hati berat:
0,25 mg, 2-3 kali sehari, ditingkatkan bertahap jika perlu.

PERINGATAN DAN PERHATIAN
Dapat terjadi ketergantungan, hindari pemakaian jangka panjang.
Jangan digunakan sebagai pengobatan tunggal pada pasien depresi atau kecemasan dengan depresi.

Pasien penyakit hati dan ginjal kronik, penyakit pernafasan, kelemahan otot dan riwayat penyalahgunaan obat atau alkohol, penderita kelainan kepribadian yang nyata.
Hati-hati pemakaian pada penderita insufisiensi pulmonary kronik.
Selama menggunakan obat ini dilarang mengendarai atau mengoperasikan mesin.
Wanita hamil dan menyusui.
Pemakaian pada anak di bawah usia 10 tahun tidak diketahui keamanannya dengan pasti.

EFEK SAMPING
Mengantuk, kelemahan otot, ataksia, amnesia, depresi, light-headedness, bingung, halusinasi, pandangan kabur.

Jarang terjadi: sakit kepala, insomnia, reaksi paradoksikal, tremor, hipotensi, gangguan gastrointestinal, ruam, perubahan libido, menstruasi tidak teratur, retensi urin, diskrasia darah dan ikterus.

INTERAKSI OBAT
Efek ditingkatkan oleh depresan saraf pusat, alkohol dan barbiturat.
Ekskresi dihambat oleh simetidin.

Alprazolam Otto
Alprazolam Otto 0,5 mg –
Alprazolam Otto 1 mg

Diproduksi oleh :
PT. Otto Pharmaceutical Industries – Indonesia

Untuk pemesanan – Segera hubungi (email)
infokliksaja@gmail.com

Apazol

Apazol adalah obat yang biasa digunakan sebagai obat penenang, anti konvulsan, dan relaksan otot. Apazol mengandung alprazolam, obat yang termasuk golongan benzodiazepine. Berikut ini adalah informasi lengkap apazol yang disertai tautan merk-merk obat lain dengan nama generik yang sama.

 

INDIKASI
Apazol (alprazolam) banyak digunakan untuk mengobati gangguan kecemasan.

Apazol (alprazolam) juga diindikasikan untuk pengobatan jangka pendek pada gangguan panik, dengan atau tanpa agoraphobia. Namun, obat ini tidak lagi menjadi pilihan utama, karena obat-obat golongan selective serotonin reuptake inhibitor biasanya lebih diutamakan. Di beberapa negara seperti Australia, obat ini tidak lagi dianjurkan untuk pengobatan gangguan panik karena kekhawatiran mengenai toleransi, ketergantungan dan penyalahgunaan.

Dapat digunakan dalam kombinasi dengan obat lain untuk mengatasi mual dan muntah akibat kemoterapi.

KONTRAINDIKASI
Pasien yang hipersensitif terhadap golongan benzodiazepin.
Glaukoma sudut sempit akut.
Miastenia gravis, insufisiensi pulmonary akut, kondisi fobia dan obsesi psikosis kronik.
Anak dan bayi prematur.

DOSIS DAN CARA PEMBERIAN
Dewasa:
0,25-0,5 mg, 3 kali sehari. Jika perlu dosis dapat dinaikkan dengan interval 3-4 hari hingga maksimum 4 mg sehari dalam dosis terbagi.

Untuk pasien lanjut usia, debil (lemah) dan gangguan fungsi hati berat:
0,25 mg, 2-3 kali sehari, ditingkatkan bertahap jika perlu.
PERINGATAN DAN PERHATIAN
Dapat terjadi ketergantungan, hindari pemakaian jangka panjang.
Jangan digunakan sebagai pengobatan tunggal pada pasien depresi atau kecemasan dengan depresi.
Pasien penyakit hati dan ginjal kronik, penyakit pernafasan, kelemahan otot dan riwayat penyalahgunaan obat atau alkohol, penderita kelainan kepribadian yang nyata.
Hati-hati pemakaian pada penderita insufisiensi pulmonary kronik.
Selama menggunakan obat ini dilarang mengendarai atau mengoperasikan mesin.
Wanita hamil dan menyusui.
Pemakaian pada anak di bawah usia 10 tahun tidak diketahui keamanannya dengan pasti.

EFEK SAMPING
Mengantuk, kelemahan otot, ataksia, amnesia, depresi, light-headedness, bingung, halusinasi, pandangan kabur.

Jarang terjadi: sakit kepala, insomnia, reaksi paradoksikal, tremor, hipotensi, gangguan gastrointestinal, ruam, perubahan libido, menstruasi tidak teratur, retensi urin, diskrasia darah dan ikterus.

INTERAKSI OBAT
Efek ditingkatkan oleh depresan saraf pusat, alkohol dan barbiturat.
Ekskresi dihambat oleh simetidin.

Apazol diproduksi oleh ;
PT. Dexa Medica
Palembang – Indonesia

Untuk pemesanan – Segera hubungi (email)
infokliksaja@gmail.com

Simpan

Frixitas

Frixitas mengandung Alprazolam seperti pada kerabat benzodiazepin yang lainnya seperti Apazol, Calmlet atau Xanax. Frixitas memang terbaik dalam mengatasi gejala-gejala psikis dan non-psikis antara lain ansietas (gejala cemas yang berlebihan), rasa takut, rasa tidak nyaman hingga depresi atau stres.

Frixitas
Komposisi
ALPRAZOLAM

Indikasi :
Gejala ansietas, campuluran ansietas-depresi, gangguan panik dengan atau tanpa disertai agorafobia.

Dosis :
Ansietas Awal 0.75-1.5 mg/hari. Kisaran dosis: 0.5-4 mg/hari dalam dosis terbagi. Gangguan panik Awal 0.5-1 mg sblm tidur atau 0.5 mg 3 x/hari. Kisaran dosis: 0.5-4 mg/hari dalam dosis terbagi. Lanjut usia 0.5-0.75 mg/hari dalam dosis terbagi.
Pemberian Obat     Dapat diberikan bersama atau tanpa makanan : Efek Samping, seperti mengantuk, dapat dikurangi jika obat diberikan segera sesudah makan.
Kontra Indikasi     Glaukoma sudut sempit akut.

Perhatian :
Alkoholik & kecanduan obat. Pasien depresi berat atau ada kecenderungan bunuh diri; gangguan fungsi ginjal atau hati. Dpt mengganggu kemampuluan mengemudi atau menjalankan mesin.

Efek Samping :
Mengantuk, kepala terasa ringan, penglihatan kabur, sakit kepala, depresi, insomnia, ansietas, tremor, perubahan BB, gangguan daya ingat/amnesia, gangguan koordinasi, gejala GI & manifestasi otonom. distonia, mudah marah, anoreksia, lelah, gangguan bicara, ikterus, kelemahan muskuloskeletal, perubahan libido, haid tidak teratur, inkontinensia, retensi urin, fungsi hati abnormal.

Interaksi Obat :
Obat psikotropik lain, antikonvulsan, antihistamin, alkohol, obat lain yang dapat menekan fungsi SSP.

Kategori Keamanan Kehamilan :
Ada bukti positif mengenai risiko pada janin manusia, tetapi manfaat dari penggunaan obat ini pada wanita hamil dapat diterima meskipun berisiko pada janin (misalnya jika obat diperlukan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau untuk penyakit serius dimana obat yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).

Alprazolam
Frixitas, Diproduksi oleh :
PT. Novell Pharma – Indonesia.

Untuk pemesanan – Segera hubungi (email)
infokliksaja@gmail.com

 

https://rancualprazolam.blogspot.co.id/

Simpan

Xanax

Xanax akan bekerja di dalam otak dan saraf untuk menghasilkan efek yang menenangkan dengan cara meningkatkan efek dari zat kimia alami dalam tubuh yang disebut GABA atau gamma aminobutyric acid. Setelah pengobatan selama empat minggu, peninjauan ulang sebaiknya dilakukan dilakukan jika ingin diperpanjang.

Xanax adalah obat yang mengandung zat alprazolam indikasi sebagai antisietas (gejala kecemasan), ketakutan (tidak tenang), phobia, insomnia beserta gangguan cemas lainnya yang juga berhubungan dengan kejang otot dan psikis.

Komposisi :
ALPRAZOLAM

Indikasi :
Ansietas (gangguan cemas), termasuk neurosis ansietas, gangguan & gejala-gejala ansietas. Kombinasi ansietas & depresi termasuk ansietas yang disertai depresi. Gangguan panik dengan atau tanpa disertai agorafobia.

Dosis :
Xanax: Ansietas awal 0.75-1.5 mg/hari dalam dosis terbagi. Pemeliharaan: 0.5-4 mg/hari dalam dosis terbagi. Gangguan panik Awal 0.5-1 mg pada saat menjelang tidur atau 0.5 mg 3 x/hari. Pemeliharaan: Sesuaikan dengan respons pasien. Penambahan dosis tidak boleh melebihi 1 mg, dan dilakukan dengan selang waktu 3-4 hari. Maks: 10 mg/hari. Lanjut usia Dosis awal & pemeliharaan: 0.5-0.75 mg/hari dalam dosis terbagi. Xanax XR: 0.5-1 mg 1 x/hari.

Pemberian Obat :
Dapat diberikan bersama atau tanpa makanan : Efek Samping, seperti mengantuk, dapat dikurangi jika obat diberikan segera sesudah makan. Xanax XR: Telan utuh, jangan dikunyah/dihancurkan.

Kontra Indikasi :
Glaukoma sudut sempit akut. Xanax: Hipersensitif terhadap benzodiazepin & alprazolam.

Perhatian
:
Pasien depresi atau ingin bunuh diri. Gagal ginjal & hati. Dpt mengganggu kemampuluan mengemudi kendaraan atau menjalankan mesin. Hamil & laktasi. Anak ≤18 tahun. Xanax: Gejala-gejala putus obat, hipomania, & mania. Xanax XR: Individu yang cenderung menyalahgunakan obat. Pasien dengan diagnosis primer skizofrenia. Hindari penghentian terapi secara mendadak.

Efek Samping :
Mengantuk. Xanax: Berbicara cadel, somnolen, gangguan kecerdasan, anoreksia, fatigue/lelah. Xanax XR: Kepala terasa melayang (lebih jarang), penglihatan kabur, gangguan koordinasi; gangguan GI; gangguan otonom; ketergantungan obat, gejala-gejala putus obat. Jarang: agitasi paradoksikal.

Interaksi Obat :
Simetidin dapat memperlambat bersihan obat ini. Xanax: Antijamur tipe azol seperti ketokonazol & itrakonazol; nefazodon, fluvoksamin, fluoksetin, propoksifen, kontrasepsi oral, diltiazem; antibiotik makrolid seperti eritromisin & troleandomisin; penghambat HIV protease, seperti ritonavir. Xanax XR: Efek obat ini meningkat jika diberikan bersama obat penekan SSP, alkohol, barbiturat.

Kategori Keamanan Kehamilan :
Ada bukti positif mengenai risiko pada janin manusia, tetapi manfaat dari penggunaan obat ini pada wanita hamil dapat diterima meskipun berisiko pada janin (misalnya jika obat diperlukan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau untuk penyakit serius dimana obat yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).

XANAX ALPRAZOLAM
Diproduksi oleh :
PT. Pfizer – International

Untuk Info Pemesanan – Segera Hubungi (email) :
infokliksaja@gmail.com
Terimakasih

 

https://rancualprazolam.blogspot.co.id/

Simpan

Simpan